A.Pendahuluan Masa kanak-kanak
disebut “saat ideal” untuk mempelajari keterampilan motorik, karena tubuh anak
lebih lentur ketimbang tubuh orang dewasa atau remaja, kurang memiliki
keterampilan yang bertentangan dengan hal-hal baru yang mungkin telah
dipelajari lebih dulu, menyenangi pengulangan, dan memiliki waktu yang lebih
lama untuk mempelajari keterampilan motorik ketimbang waktu yang mereka miliki
ketika mereka sudah besar. Hal-hal yang
penting dalam mempelajari keterampilan motorik adalah: kesiapan dan kesempatan belajar,
motivasi, model yang baik dan bimbingan. Dalam makalah
ini akan membahas tentang pengertian psikomotorik, perkembangan psikomotorik,
dan bahaya dalam perkembangan psikomotorik. B.Pembahasan 1.Pengertian Perkembangan Psikomotorik Perkemabangan psikomotorik adalah perkembangan
kepribadian manusia yang berhubungan dengan gerakan jasmaniah dan fungsi otot
akibat adanya dorongan dari pemikiran, perasaan dan kemauan dari dalam diri seseorang.[1]Perkembangan psikomotorik berarti perkembangan
pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan
otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan
refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Sebelum perkembangan
tersebut terjadi, anak akan tetap tidak berdaya. Akan tetapi, kondisi
ketidakberdayaan tersebut berubah secara cepat. Selama empat atau lima tahun
pertama kehidupan pascalahir, anak dapat mengendalikan gerakan yang kasar.
Gerakan tersebut melibatkan bagian badan yang luas yang digunakan dalam
berjalan, berlari, melompat, berenang dll. Setelah berumur lima tahun, terjadi perkembangan yang
besar dalam pengendalian koordinasi yang lebih baik yang melibatkan kelompok
otot yang lebih kecil yang digunakan untuk menggenggam, melempar, menangkap
bola, menulis dan menggunakan alat. Seandainya tidak ada gangguan lingkungan atau fisik
atau hambatan mental yang mengganggu perkembangan motorik, secara normal anak
yang berumur enam tahun akan siap menyesuaikan diri dengan tuntutan sekolah dan
berperanserta dalam kegiatan bermain teman sebaya. Masyarakat mengharapkan yang
seperti itu dari anak. Sebagian tugas perkembangan anak yang paling penting
dalam masa prasekolah dan dalam tahun-tahun permulaan sekolah, terdiri atas
perkembangan motorik yang didasarkan atas penggunaan kumpulan otot yang berbeda
secara terkoordinasi. Seandainya tidak ada gangguan kepribadian yang
menghambat, anak yang memiliki sifat yang sesuai dengan harapan masyarakat akan
melakukan penyesuaian sosial dan pribadi yang baik. Sebaliknya, dalam diri anak
yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan harapan masyarakat, akan berkembang
perasaan tidak mampu yang akan melemahkan semangat mereka untuk mencoba
mempelajari apa yang telah dipelajari oleh teman sebaya mereka. Perkembangan psikomotorik turut serta menyumbang bagi
penyesuaian sosial dan pribadi anak, diantaranya adalah: a.Kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik yang sebagian bergantung pada
latihan penting bagi perkembangan dan kebahagiaan anak. Apabila koordinasi
motorik sangat jelek sehingga prestasi anak berada dibawah standar kelompok
sebaya, maka anak hanya memperoleh kepuasan yang sedikit demi kegiatan fisik
dan kurang termotivasi untuk mengambil bagian. b.Katarsis emosional. Melalui latihan yang berat, anak dapat melepaskan
tenaga yang bertahan dan membebaskan tubuh dari ketegangan, kegelisahan dan
keputus asaan. Kemudian mereka dapat mengendurkan diri, baik secara fisik
maupun psikologis. c.Kemandirian. Semakin banyak anak melakukan sendiri, semakin besar kebahagiaan
dan rasa percaya atas dirinya. Ketergantungan menimbulkan kekecewaan dan
ketidakmampuan diri. d.Hiburan diri. Pengendalian motorik memungkinkan anak berkecimpung
dalam kegiatan yang akan menimbulkan kesenangan baginya meskipun tidak ada
teman sebaya. e.Sosialisasi. Perkembangan motorik yang baik turut menyumbang bagi
penerimaan anak dan menyediakan kesempatan untuk mempelajari keterampilan
sosial. Keunggulan perkembangan motorik memungkinkan anak memainkan peran
kepemimpinan. f.Konsep diri. Pengendalian motorik menimbulkan rasa aman secara
fisik, yang akan melahirkan perasaan aman secara psikologis. Rasa aman
psikologis pada gilirannya menimbulkan rasa percaya diri yang umumnya akan
mempengaruhi perilaku.[2]2.Perkembangan Psikomotorik Perkembangan psikomotorik mencakup banyak aspek
perkembangan yang kompleks antara lain: 1)Perkembangan motorik kasar. Yaitu perkembangan dari unsur kematangan,
pengendalian gerak tubuh serta perkembangan tersebut erat kaitannya dengan
perkembangan pusat motorik di otak. Perkembangan motorik kasar bila gerakan
yang dilakukan melibatkan sebagian besar bagian tubuh dan memerlukan tenaga
karena dilakukan otot-otot yang besar.[3]Usia 2,5-3,5 tahun, perkembangan motorik kasar anak
adalah berjalan dengan baik, berlari lurus kedepan, melompat. Usia 3,5-4,5 tahun, perkembangan motorik kasar anak
adalah berjalan dengan 80% langkah orang dewasa, berlari 1/3 kecepatan orang
dewasa, melempar dan menangkap bola besar, tetapi lengan masih kaku. Usia 4,5-5,5 tahun, perkembangan motorik kasar anak
adalah menyeimbangkan badan di atas satu kaki, berlari jauh tanpa jatuh dan
dapat berenang dalam air yang dangkal.[4]2)Perkembangan motorik halus. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk
mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang
cermat, misalnya kemampuan menggambar, memegang suatu benda. Hal ini tidak
memerlukan tenaga serta koordinasi yang cermat.[5]Usia 2,5-3,5 tahun, perkembangan motorik halus anak adalah
meniru sebuah lingkaran, tulisan cakar ayam, dapat makan menggunakan sendok dan
menyusun beberapa kotak.Usia 3,5-4,5 tahun, perkembangan motorik halus anak adalah
mengancingkan baju, meniru bentuk sederhana dan membuat gambar sederhana.Usia 4,5-5,5 tahun, perkembangan motorik halus anak adalah
membedakan bentuk benda, dapat mengelem, merapikan baju serta dapat mengikat
tali sepatu.[6]3)Perkembangan bahasa dan bicara. Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti
perintah dan berbicara spontan. Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang
yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya
yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi.Anak prasekolah sudah pandai bicara dalam
kalimat yang terdiri dari 5-6 kata, menyebut namanya, jenis kelamin dan
umurnya, banyak bertanya, mengenal sisi atas, bawah, depan dan belakang, senang
mendengar cerita-cerita dan mengulang hal-hal penting dalam cerita. dapat
berbicara dengan cukup jelas dan dapat dimengerti oleh orang lain, mengenal
empat warna, dapat menyebut hari-hari dalam 1 minggu, minat pada kata-kata baru
dan artinya, mengetahui beberapa lagu sederhana, dan protes bila di larang apa
yang diinginkannya.4)Perkembangan sosial. Perkembangan sosial adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya.Perkembangan sosial yang dapat dilihat pada anak prasekolah yakni
bekerja sama dan bermain dengan anak-anak lain, berjalan-jalan sendiri
mengunjungi tetangga, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri,
menunjukkan rasa sayang pada saudara-saudaranya, anak dapat makan sendiri, anak
senang menyanyi: menari, menaruh minat pada aktivitas orang dewasa, ingin
seperti teman-temannya, ingin menyenangkan teman-temannya, lebih senang
mengikuti aturan dan membutuhkan persetujuan saat ingin melakukan sesuatu.[7][1] Desmita, Psikologi Perkembangan,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 13. [2] Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak,
(Jakarta: Erlangga, 1978), hlm. 150. [3] John W. Santrock, Perkembangan Anak, (Jakarta:
Erlangga, 2007), hlm. 210. [4] Haryadi, Perkembangan Individu,
(Yogyakarta: Deepublish, 2013), hlm. 21. [5] John W. Santrock, Perkembangan Anak,
(Jakarta: Erlangga, 2007), hlm. 216. [6] Haryadi, Perkembangan Individu,
(Yogyakarta: Deepublish, 2013), hlm. 27. [7]Ibid, hlm. 32.